|
Remaja Putri perlu Selektif Gunakan Kosmetik |
|
|
|
|
Written by dewa gede mayun n.
|
|
Wednesday, 11 February 2009 |
Konsumen harus jeli dan tidak mudah tergiur oleh promosi suatu produk kecantikan, yang belum teruji jaminanan kualitas dan efek sampingnya. Hal itu diungkapkan staf pengajar tata rias pada Jurusn PKK Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksa) Singaraja, Made Diah Angendari, baru-baru ini. Ia mengatakan, di tengah maraknya peredaran kosmetik ilegal saat ini, remaja putri dan ibu rumah tangga di Buleleng masih saja percaya dengan produk kecantikan yang membahayakan. Ini dibuktikan adanya keinginan para remaja putri menggunakan kosmetik ilegal untuk merawat wajah dengan cara instan. Misalnya, memutihkan kulit wajah. Remaja putri tidak memikirkan efek samping, apabila menggunakan kosmetik yang tak jelas jaminan produknya. Hingga akhirnya konsumen merasakan efek negatifnya baru konsumen mempercayai kalau kosmetik yang digunakan itu membuat kulit wajah rusak. ‘’Masih ada konsumen yang tertipu dengan penjualan kosmetik ilegal itu,’’ katanya. Menurut Angendari, dalam situasi ini tidak mesti menjadi tanggung jawab pemerintah saja untuk membrantas peredaran kosmetik ilegal. Akan tetapi, bagaimana para pengguna alat-alat kecantikan bisa ikut berperan aktif dengan cara teliti sebelum membeli suatu produk kecantikan. Kemudian jangan mudah tergiur oleh promosi penjual, apabila mendapat tawaran suatu produk kecantikan yang tak dikenal. Selain itu, remaja putri disarankan untuk berkonsultasi ataupun mencari produk kecantikan di salon-salon resmi. ‘’Saya kira hanya dengan prinsip tidak mudah tergiur dan teliti sebelum membeli produk kecantikan peredaran kosmetik elegal ini akan bisa dibrantas. Jika mengandalkan pemerintah saja, saya pikir kurang maksimal,’’ jelasnya. Di sisi lain Angendari menjelaskan, dalam situasi ini sudah banyak beredar produk kecantikan dengan bahan-bahan lokal. Ia menilai, ini merupakan satu hal yang tepat untuk menyaingi produk kecantikan yang ilegal tersebut. Apalagi jika dilihat dari mutu dan kualitas produk kecantikan berbahan lokal Bali ini tidak menimbulkan dampak negatif yang merusak kulit. Hanya saja untuk kosmetik berbahan lokal ini masih terbatas produksinya, termasuk penjualannya dinilai masih terbatas pada salon-salon kecantikan yang mewah saja baru menyediakan. *mud sumber: bisnisbali.com |
|
Last Updated ( Friday, 13 February 2009 )
|